top of page
  • Gambar penulisTeduh

New Year's Blues: Sedih di Tahun Baru, Wajarkah?




Hai Teman Teduh! Bagaimana tahun 2023-mu sejauh ini?


Buatmu yang lagi semangat-semangatnya mencoba hal baru dan berusaha lebih produktif, tepuk tangan yang meriah dariku! Tetap semangat dan konsisten dengan usaha-usahamu ya!


Tapi kalau kamu merasa banyak sedih, murung, dan kehilangan harapan di awal pergantian tahun ini, tenang kamu nggak sendiri.


Keluargaku tidak punya tradisi merayakan tahun baru, dan sebagai orang rumahan, aku pun juga tidak tergerak untuk mengajak teman untuk pesta kembang api atau barbecue-an. Bagiku, tahun baru adalah malam yang sama saja seperti hari-hari lainnya. Bedanya, aku jadi terbangun tengah malam karena suara kembang api yang dinyalakan sana-sini.


Malam tahun baru yang meriah, penuh suka cita, dan jadi ajang berkumpul dengan keluarga atau teman, justru bermakna 180 derajat bagiku. Karena ketika yang lainnya sibuk posting di media sosial soal betapa meriahnya pesta mereka, aku justru banyak memikirkan momen-momen setahun ke belakang yang mungkin jauh dari ekspektasiku.


New Year’s Blues: Depresi Karena Musim?


Fenomena sedih dan murung di malam tahun baru bukan hal yang baru: Studi yang dilakukan oleh University College London (UCL) menemukan peningkatan depresi dan kecemasan yang drastis di periode Desember dan Januari 2021-2022. Makanya nggak heran kalau ada istilah new year’s blues; dimana mood kita rendah dan kita mudah mengalami gejala depresi pada periode tahun baru.


Kok bisa ya? Padahal kan tahun baru harusnya jadi momen yang menyenangkan?


Menurut Dr Sandra Wheatley, Psikolog dan associate dari British Psychological Society (BPS), momen tahun baru terletak di musim dingin dengan periode malam yang jauh lebih panjang dari siang (dalam Davis, 2023). Perubahan musim dan jumlah sinar matahari ini bisa mempengaruhi tingkat hormon dan senyawa di otak; yang akhirnya membuat kita lebih murung. Fenomena ini berkaitan erat dengan salah satu gangguan mood yang dinamakan seasonal affective disorder (SAD).


Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition, SAD adalah salah satu tipe depresi, dimana seseorang mengalami perubahan mood yang dipicu oleh pergantian musim, dan mengganggu fungsi sehari-hari orang tersebut. Beberapa gejala dari SAD adalah:

  • Perasaan sedih, murung, maupun depresi sepanjang hari, hampir setiap hari

  • Keinginan untuk mengonsumsi karbohidrat, terlalu banyak makan, dan kenaikan berat badan

  • Kehilangan minat terhadap berbagai aktivitas, termasuk yang tadinya menyenangkan

  • Merasa hilang harapan, bersalah, dan tidak berharga

  • Sulit konsentrasi

  • Kehilangan energi dan merasa mudah lelah

  • Masalah tidur (biasanya terlalu banyak tidur)

  • Merasa mudah kesal atau gelisah

  • Memiliki pikiran akan kematian atau bunuh diri

  • Biasanya muncul di awal musim gugur atau musim dingin, dan berkurang saat musim semi.

Di Indonesia sendiri, meskipun tidak ada musim dingin, Desember dan Januari umumnya ditandai dengan musim hujan. Suhu yang lebih dingin dan hari yang lebih gelap juga bisa memicu SAD bagi sebagian orang.


Eits, tapi bukan berarti semua orang yang mengalami new year’s blues pasti memiliki SAD ya! New year’s blues bisa dianggap sebagai gejala awal dari SAD yang masih ringan, dan SAD hanya bisa didiagnosis oleh tenaga kesehatan profesional yaitu psikolog atau psikiater.


Kenapa New Year’s Blues Bisa Muncul?


Seperti yang dijelaskan di atas, musim yang dingin dan hari yang gelap bisa memicu perubahan senyawa dan hormon kita. Namun, lebih dari sekadar hormon, tahun baru biasanya jadi “menakutkan” karena kaitannya dengan momen refleksi diri setahun ke belakang.


Kita banyak mendengar bahwa tahun baru adalah waktu untuk membuat resolusi baru. Tapi bagaimana kalau resolusi lama kita saja bahkan belum terwujud?


Target turun 5 kg? Boro-boro tercapai, yang ada justru berat bertambah.


Impian kerja di tempat idaman? Nyatanya harus ditunda karena studi belum selesai.


Dan banyak kekecewaan-kekecewaan lainnya, yang justru membuat kita berpikir: “kenapa ya aku gagal banget tahun ini? Apa mungkin tahun depan bakalan gagal lagi?


Dengan banyaknya ekspektasi diri maupun sosial terkait pergantian tahun, tahun baru bisa saja memberikan tuntutan lebih bagi kita tanpa disadari. Dan saat tuntutan ini tidak terpenuhi, kitapun jadi meragukan kemampuan diri sendiri. Akibatnya, kita kurang percaya diri, tidak berdaya, atau bahkan kehilangan harapan saat melihat tahun baru. Nah, pikiran-pikiran buruk ini yang biasanya berperan dalam memunculkan depresi dalam diri seseorang.


Tips Menghadapi New Year’s Blues


New year’s blues tentunya nggak nyaman untuk dialami. Berita baiknya, ia biasanya berkurang seiring dengan berjalannya waktu dan saat momen tahun baru sudah berlalu. Namun, jika new year’s blues yang kamu alami berlanjut, kamu bisa coba lakukan beberapa tips berikut ini ya!


1. Refleksikan Kembali Pencapaian yang Kamu Miliki, BUKAN Orang Lain

Media sosial membuat kita gampang melihat kemajuan dan pencapaian orang lain. Namun sayangnya, ini membuat kita jadi terus membandingkan diri dan sulit melihat pencapaian yang kita miliki. Daripada merefleksikan hal-hal yang belum kita capai di momen tahun baru ini, coba ingat-ingat kembali pencapaian-pencapaianmu setahun ke belakang, sekecil apapun itu. Mungkin kamu hanya berhasil mencapai setengah dari targetmu. It’s okay! Lihatlah hal itu sebagai pencapaian dan proses berkembang, bukan sebuah kegagalan. Langkah sekecil apapun yang kamu ambil adalah sebuah kemajuan, loh!


2. Habiskan Waktu dengan Orang-Orang Positif

Berada di sekitar orang-orang yang negatif jauh lebih buruk ketimbang menghabiskan waktu sendirian. Coba ingat-ingat lagi orang-orang terdekatmu yang selalu mendukungmu. Sudahkah kamu meluangkan waktu untuk mengontak mereka minggu ini? Jika belum, saatnya mengambil handphone dan menghubungi mereka untuk bertemu akhir pekan ini. Kalau bertemu fisik sulit, sesi video call juga sah-sah saja, loh!


Ingat, kamu tidak pernah sendiri dalam hidup ini. Yuk, ambil inisiatif untuk kembali berkoneksi dengan mereka yang mendukung dan selalu ada bagimu.


3. Luangkan Waktu untuk Berada di Alam

Banyak studi dan metaanalisis telah membuktikan bahwa berjalan di alam efektif dalam menurunkan depresi dan kecemasan. Berada di sekitar alam yang hijau membantu kita lebih damai dan rileks, sementara berjalan kaki membantu tubuh kita tetap aktif sehingga menjaga kesehatan.


Kalau tidak ada area hijau di sekitarmu, melihat gambar alam atau melakukan meditasi dengan suara alam seperti yang disediakan Teduh juga bisa membantu, loh!


4. Perbanyak Aktivitas Fisik

Sudah rahasia umum kalau aktivitas fisik bermanfaat tidak hanya untuk fisik tapi juga kesehatan mental. Tidak harus olahraga yang berat, sesederhana rutin berjalan mengelilingi rumah atau membereskan kamar juga termasuk olahraga, kok! Pokoknya, apapun aktivitas yang membantu kita rutin bergerak juga terhitung sebagai aktivitas fisik.


5. Konseling dengan Tenaga Profesional

Sudah mencoba berbagai cara namun masih tetap merasa murung? Kamu selalu bisa berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental untuk bantuan lebih lanjut. Menceritakan masalahmu bukan berarti kamu lemah. Justru ini membuktikan kalau kamu kuat serta berani mengakui kondisi diri dan punya keinginan untuk berkembang.


Kamu selalu bisa menjadwalkan sesi konseling bersama psikolog dan konselor dari aplikasi Teduh. Dengan harga terjangkau, kamu sudah bisa mendapatkan akses layanan kesehatan mental yang terpercaya dan praktis!


Tunggu apa lagi? Teman Teduh bisa segera mengunduh aplikasi Teduh di play store ataupun app store ya!


Penulis: Fariza Nur Shabrina, M.Psi., Psikolog


Sumber:

  • Davis, A. (2023, January 2). Why do I feel depressed in the new year? Patient. https://patient.info/news-and-features/why-do-i-feel-depressed-in-the-new-year

  • Grassini, S. (2022). A systematic review and meta-analysis of nature walk as an intervention for anxiety and depression. Journal of Clinical Medicine, 11(6), 1731. https://doi.org/10.3390/jcm11061731

  • Overview - Seasonal affective disorder (SAD). (2021, February 12). NHS. Retrieved January 29, 2023, from https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/seasonal-affective-disorder-sad/overview/

  • Rimmer, A. (2021). How can I beat the January blues? BMJ, m4932. https://doi.org/10.1136/bmj.m4932

  • Seasonal depression (Seasonal affective disorder). (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved January 29, 2023, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9293-seasonal-depression

22 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page