top of page
  • Gambar penulisTeduh

Mengenal Post-Concert Depression: Apa itu dan Bagaimana Mengatasinya, Ya?

Diperbarui: 8 Nov 2022



Halo #TemanTeduh! Menjelang akhir tahun, biasanya banyak nih konser yang diadakan. Mungkin banyak di antara kita yang akhir-akhir ini suka melihat update story beberapa teman kita yang datang ke konser ya? Atau jangan-jangan termasuk kamu yang lagi baca nih, yang suka datang ke konser?


Siapa sih yang enggak senang pas kita melihat idola kita di atas panggung? Sebelumnya kita hanya bisa melihat di media sosial atau Youtube, tapi sekarang kita bisa melihatnya langsung! Wah kebahagiaan kita udah enggak keukur lagi deh, senengnya pake banget dari ujung kaki ke ujung kepala (agak hiperbola, ya)!


Nah #TemanTeduh, kondisi bahagia pada saat kita menonton konser membuat hormon dopamin kita sangat meningkat, nih! Mengutip dr. Florencia (2022) dari halodoc.com, dopamin adalah zat kimia di dalam otak yang bisa meningkat kadarnya saat seseorang mengalami sensasi yang menyenangkan. Aktivitas yang menyenangkan tersebut di antaranya saat kita mengonsumsi makanan enak, melakukan aktivitas seksual, menonton konser, dan sebagainya.


Ketika menonton konser, rasanya sangat tidak cukup ya kalau kita hanya menikmatinya dalam hitungan jam saja. Kita ingin merasakan kebahagiaan ini terjadi dalam waktu yang lebih lama. Sayangnya, sepulang konser, kita harus kembali lagi ke “dunia nyata”, jadi tidak mendapatkan kesenangan yang sama seperti saat menonton konser. Jadi, bukan hal aneh kalau setelah menonton konser, kita cenderung merasa sedih dan hampa setelahnya. Nah, ada istilah yang mewakili perasaan kita setelah nonton konser ini, namanya adalah Post-Concert Depression (PCD)!


Apa itu Post-Concert Depression (PCD)?

Dilansir dari choosingtherapy.com, Angelino dan Moawad (2022) mengatakan bahwa PCD sebenarnya bukan merupakan diagnosis resmi, tetapi PCD adalah gejala depresi yang dialami secara nyata oleh seseorang setelah datang ke konser. Gejalanya kurang lebih mirip dengan depresi klinis, seperti merasa sedih, kehilangan motivasi atau ketertarikan pada suatu hal, merasa tidak berdaya, dan merasa kesulitan untuk berkonsentrasi. Ketika kembali pada kehidupan nyata setelah konser, rasanya seperti hampa dan tidak bermakna. Hal ini terutama terjadi ketika kita menghadiri konser yang sangat kita tunggu-tunggu. Eits… tapi, jangan khawatir, gejala-gejala ini dapat kita atasi dengan strategi coping yang sehat dan akan kita bahas selanjutnya.


Mengapa bisa terjadi Post-Concert Depression (PCD)?

Nah, #TemanTeduh, coba kita bayangin gimana antusiasme dan energi yang dirasakan ketika mendatangi konser. Pastinya membuat kita merasa lebih termotivasi, penuh harapan, dan lebih bahagia. Ditambah lagi kalau kita harus bepergian saat menonton konser, misalnya mengurus travel, akomodasi hotel, baju baru, dan sebagainya. Puncak kesenangan kita terjadi saat kita menyaksikan idola kita di atas panggung secara langsung! Bisa kebayang kan gimana rasa senang dan adrenaline rush-nya?


Setelah selesai konser, kita pastinya kembali ke kehidupan kita masing-masing ya. Nah, proses kembalinya kita ini seringkali membuat kita merasa seperti “culture shock”, sama seperti kita yang habis liburan langsung bekerja. Pastinya dalam kondisi ini kita butuh waktu penyesuaian diri lagi.


Gimana gejala Post-Concert Depression (PCD)?

Gejala PCD bisa terlihat sama dengan gejala depresi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Hidup terasa sedikit lebih membosankan atau suram setelah pergi ke konser. Gejalanya diantaranya:

  • Adanya rumination (mengutip dari Fauzie (2021), ruminasi adalah memikirkan suatu hal yang negatif berulang-ulang, bahkan kita bisa tidak tidur karena memikirkan hal yang sama)

  • Kesedihan yang ekstrem

  • Ingin kembali lagi ke konser berulang kali

  • Mencemaskan suatu hal menyenangkan yang tidak akan terulang lagi

  • Terus menerus melihat gambar atau video saat konser

  • Mengalami tahapan-tahapan duka (mulai dari merasa tidak terima bahwa konser sudah selesai, marah, melakukan penawaran/bargaining pada perasaan, kembali pada realita, hingga menerima dengan lapang dada/acceptance)

  • Merasa seolah-olah tidak ada yang penting


Gimana cara mengatasi Post-Concert Depression (PCD)?

Berikut ini beberapa cara yang dapat kita lakukan agar kita kembali merasa bahagia setelah konser:

  • Latihan bersyukur (gratitude)

Latihan bersyukur ini membantu kita untuk merefleksikan pengalaman yang sudah kita lalui. Hal ini bisa membantu kita untuk benar-benar mengabadikan dan menghargai momen yang kita miliki. Dengan berefleksi, seolah-olah kita membuat penanda mental yang memungkinkan kita untuk mengunjungi kembali momen ini kapan saja sepanjang hidup kita dan mengingat kembali kebahagiaan yang kita rasakan ketika melihat idola favorit kita.

  • Terhubung dengan fans yang lain

Bergabung dengan grup fans (penggemar) di media sosial dapat membantu perasaan kita, karena orang lain belum tentu dapat memahami bagaimana cinta dan penghargaan kita untuk idola kita.

  • Membuat kolase kenang-kenangan

Membuat kolase adalah cara yang kreatif untuk mengabadikan memori yang telah kita lalui saat konser. Bahkan, kalau kita tidak sempat mengambil gambar atau video, kita dapat mencarinya secara online dan menemukan beberapa dokumentasi. Coba untuk mencetaknya dan membuat kolase sehingga kita dapat membuat memori ini tetap segar.

  • Membuat daftar hal-hal membuat kita bahagia

Kita dapat membuat daftar hal-hal yang membuat kita bahagia dan susun semuanya di satu tempat sehingga mudah kita akses saat kita merasa sedih. Ini bisa berupa hal-hal kecil, seperti menggunakan cangkir kopi favorit kita, menulis daftar dengan pulpen favorit, mengunjungi taman favorit, memasak, melukis, atau berbicara dengan teman.

  • Temukan sesuatu untuk dinantikan

Setelah kita membuat daftar hal-hal yang membuat kita bahagia, kita mungkin ingin menemukan hal lain untuk dinanti-nantikan. Kita dapat mempertimbangkan untuk mencoba hobi baru atau kembali ke hobi lama yang biasa kita nikmati. Misalnya, kita dapat menantikan akhir pekan untuk melakukan hobi kita. Cara ini dapat meminimalkan stres dan membuat kita merasa bahagia.

  • Buat jadwal untuk bersenang-senang

Buatlah jadwal #BahagiaItuSederhana! Maksudnya, buat kegiatan-kegiatan sederhana yang bisa membuat kita merasa bahagia di suatu hari yang kita jalani. Ini adalah cara yang baik untuk mengatasi perasaan bahwa kita perlu menghadiri acara besar untuk merasa bahagia. Semakin sering kita menjadwalkan hal-hal sederhana yang membuat kita bahagia, maka suasana hati dan kualitas hidup kita secara keseluruhan akan meningkat.


Nah #TemanTeduh itu tadi sedikit mengenai Post-Concert Depression dan tips-tips mengenai cara mengatasinya! Jangan lupa untuk download aplikasi Teduh di sini untuk mendapatkan self-help yang dapat membantu kamu.



Psychology content writer: Aviva Lutfiana


Sumber:

  1. Angelino, L.S., Moawad, H. (2022). Post Concert Depression: Symptoms, Causes, & How to Cope. Retrieved from: https://www.choosingtherapy.com/post-concert-depression/

  2. Florencia, G. (2022). Jangan Salah, Inilah Penjelasan tentang Dopamin. Retrieved from: https://www.halodoc.com/artikel/jangan-salah-inilah-penjelasan-tentang-dopamin

  3. Fauzie, A. S. (2021). Mengenal Rumination: Terjebak dalam Pikiran Negatif dan Berulang. Retrieved from: https://yayasanpulih.org/2021/04/mengenal-rumination-terjebak-dalam-pikiran-negatif-dan-berulang/

38 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page