top of page
  • Gambar penulisTeduh

Mengenal Diri Adalah Kunci!


Photo by Raychan on Unsplash


Ada pepatah yang mengatakan Find your soul, before you find your soulmate”, kamu setuju enggak?


Pepatah tadi ada benernya juga sih, karena menunjukkan bahwa mengenal diri itu penting. Sebenernya apa sih arti mengenal diri? Apa yang harus kita kenali dari diri kita?


Apa itu Self Awareness?

Nah, mengenal diri dalam psikologi itu dikenal dengan #selfawareness. Ackerman (2020) menyebutkan bahwa self awareness adalah kemampuan untuk melihat diri kita dengan jelas dan objektif melalui refleksi dan introspeksi diri. Penelitian Eurich (2018) menunjukkan bahwa orang yang punya self awareness lebih bahagia dan memiliki hubungan dengan orang lain yang lebih baik, lho!


Apa yang harus kita kenali dari diri kita?

Erickson & Noonan (2013) menyebutkan nih, ada beberapa hal yang perlu kita kenali dari diri kita, yaitu: kita kenali apa kekuatan diri kita, kelemahan diri kita, hal yang kita suka, dan hal yang kita minati. Nah, untuk mengenali beberapa hal ini tentunya butuh proses ya! Kita enggak bisa mengenali diri kita hanya dalam semalam. Kita membutuhkan pengalaman langsung yang dapat menunjukkan apa kekuatan dan kelemahan diri kita, serta apa yang kita suka atau tidak suka. Kita akan selalu mempelajari diri kita sepanjang hayat, bahkan apa yang kita ketahui tentang diri kita adalah sebuah “hipotesis” yang perlu kita buktikan kebenarannya!


Hmmm, hipotesis?

Ya! Misalnya, aku beranggapan bahwa “Aku adalah orang yang jago presentasi”. Nah ini bisa dibilang hipotesis tentang diri kita yang perlu kita buktikan dari pengalaman sehari-hari. Bener enggak sih aku jago presentasi? Rasanya enggak mungkin ya kita klaim sesuatu tanpa ada buktinya. Jadi, semua anggapan mengenai diri kita itu adalah hipotesis sebelum kita bisa membuktikan kebenarannya melalui pengalaman. So, untuk lebih mengenal diri kita, kita butuh lebih banyak pengalaman! Selain pentingnya pengalaman, kita juga membutuhkan waktu “jeda” yang bisa kita manfaatin sebagai waktu refleksi atau introspeksi atas pengalaman yang udah kita lalui.


Gimana meningkatkan self awareness?

Ackerman (2020) menyebutkan ada 5 cara nih yang bisa dilakukan untuk meningkatkan self awareness, yaitu:

  • Praktikkan mindfulness dan meditasi diri

Mindfulness mengacu pada keadaan saat ini “being present”. Kita bawa diri kita untuk fokus pada kejadian saat ini daripada kejadian yang belum datang (future) atau kejadian yang sudah berlalu (past). Misalnya, dengan cara melatih pernapasan kita, menyadari apa yang sedang kita pikirkan, dan sedang kita rasakan. Nah, untuk tips mindfulness lainnya, kita bisa baca nih di artikel Teduh mengenai mindfulness.

  • Melakukan olahraga yoga

Kita mengenal yoga sebagai olahraga fisik ya, tetapi ternyata yoga juga merupakan olahraga mental lho! Mengapa? Karena dalam praktik yoga kita diajarkan untuk bisa fokus merasakan beberapa bagian tubuh sehingga fokus pikiran kita juga dilatih. Dengan yoga, kita bisa lebih menerima diri kita dan merasakan pikiran dan tubuh kita bersatu sehingga kita lebih aware dengan kondisi kita. Coba lakukan yoga dengan panduan video di youtube dan mulai dari video yang paling basic ya, misalnya 10 menit yoga di pagi hari.

  • Sediakan waktu untuk refleksi diri

Refleksi diri bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui menulis jurnal atau bercerita dengan diri sendiri (self talk) mengenai apa yang sedang kita pikirkan, kita rasakan, dan kita lakukan. Kadang kita suka auto pilot atau otomatis menjalani kegiatan ini dan lupa menyadari apa yang sedang kita lakukan. Nah coba refleksikan, apa yang sedang kita lalui? Apakah kita merasa senang melakukannya? Apakah ada hal baru yang kita pelajari? Dan sebagainya. Dengan melakukan hal ini kita bisa lebih mengenali diri kita dan memudahkan kita untuk bersyukur.

  • Menulis jurnal

Menulis jurnal sebenarnya adalah sarana untuk refleksi, seperti yang telah disebutkan dalam poin sebelumnya ya. Dengan menulis jurnal, kita bisa mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menerima apapun yang sedang kita pikirkan dan rasakan. Selain itu, kita akan bisa mengenali apa yang sebenarnya kita inginkan dan tidak kita inginkan, apa yang penting dan tidak penting bagi kita, dan apa hal yang menurut kita bisa mendukung keberhasilan atau kegagalan kita. Kita bisa memulainya dengan menulis apapun yang sedang kita pikirkan dan rasakan, membuat bullet list, atau membuat puisi. Hal ini semua dapat membantu kita lebih aware dan peka dengan kondisi diri kita.

  • Tanyakan pada orang-orang yang kita cintai

Umpan balik dari orang-orang yang dekat dengan kita sangatlah penting. Coba tanyakan pada keluarga dan teman dekat kita mengenai apa yang mereka pikirkan tentang kita. Ajak mereka untuk mendeskripsikan apa yang menjadi kekuatan diri kita dan kelemahan kita. Mungkin ada hal-hal yang kita belum mengetahuinya dari refleksi dengan diri sendiri. Namun, kita perlu berhati-hati juga nih dalam kegiatan ini, jangan sampai kita terlalu mengkritik diri sendiri. Keyakinan mengenai diri kita dan perasaan kita adalah hal yang paling penting!


Sekian tips-tips tentang cara meningkatkan self awareness. Mau tahu tips-tips untuk meningkatkan self awareness lainnya? Yuk download aplikasi Teduh disini!


Psychology content writer: Aviva Lutfiana


Sumber:

  1. Ackerman, C. E. (2020). What Is Self-Awareness? (+5 Ways to Be More Self-Aware). Retrieved from: https://positivepsychology.com/self-awareness-matters-how-you-can-be-more-self-aware/

  2. Eurich, T. (2018). What Self-Awareness Really Is (and How to Cultivate It): It’s not just about introspection. Retrieved from: https://hbr.org/2018/01/what-self-awareness-really-is-and-how-to-cultivate-it

  3. Erickson, A. G., Noonan, P. (2013). Research Guide College and Career Competency: Self-Awareness. Retrieved from: https://www.cccframework.org/wp-content/uploads/ResearchGuide-Middle-High-Self-Awareness.pdf

18 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page